petani karet di lampung mengeluh karena harga anjlok

Petani karet di Lampung Utara mengeluhkan harga jual getah karet yang terus menurun. Penurunan harga ini terjadi sejak dua bulan terakhir. Mulai dari Rp11.000, Rp8.500, Rp7.000, dan turun hingga Rp6.000 per Kg. ’’Harga jual getah karet ke pengepul sekarang ini Rp6.000 per kg. Padahal dua bulan lalu masih Rp11.000 per kg. Setiap minggu harganya turun. Saya tidak tahu penyebabnya,” ungkap Asmuni (40), salah satu petani karet asal Kecamatan Abung Timur.

Dia mengaku, sejak sepekan terakhir, dirinya belum menjual getah karet karena berharap harga akan naik kembali. ’’Jujur, kalau jual sekarang bukannya untung, tapi malah rugi. Sebab, biaya untuk perawatan dan upah buruh panen saja tidak cukup," katanya.
Menurut Asmuni, beberapa pedagang pengepul getah karet di daerahnya yang sudah telanjur membeli getah karet dengan harga Rp8.000 per kg hingga kini masih menahannya di gudang sambil menunggu harga naik. ’’Petani dan pengepul di sini lebih banyak menyimpan getah karetnya di gudang daripada menjual dengan harga rendah seperti sekarang ini," ucapnya.
Meskipun harga getah karet anjlok, petani karet di Lampura masih tetap menjalankan aktivitas secara normal. ’’Belum ada yang alih profesi. Kami semua masih menunggu harga getah karet kembali normal. Karena getah karet pendapatan utama kami,’’ ujar petani karet lainnya, Tamrin (35).
Sementara Wantori (30), pengepul karet di Kecamatan Abung Timur, menyebutkan, harga jual getah karet di Lampura dipengaruhi perkembangan pasar luar provinsi. Sebab, sebagian besar hasil komoditas ini dijual ke luar provinsi, seperti Sumatera Selatan.
Meski harga turun, kata dia, pasokan getah karet dari sejumlah petani masih normal. ’’Mayoritas getah karet yang ada sekarang ini kualitas nomor satu. Karena petani yang tadinya menyimpan getah karet, sekarang mulai menjual untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Getah karet yang lama disimpan akan semakin baik karena kadar airnya semakin sedikit,’’ ungkap Wantori. (cw4/p7/c2/nui)

sumber  www.radarlampung.co.id

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "petani karet di lampung mengeluh karena harga anjlok"

Top reviews